google-site-verification=ZUuwLsbaFLVw0Fsx_sKtf38cmUuwOwj4MX3hBOSLU0g
Scroll untuk baca artikel
KOMUNITAS

Aisyiyah Sumbar dan Transformasi Kader di Ranah Publik

40
×

Aisyiyah Sumbar dan Transformasi Kader di Ranah Publik

Sebarkan artikel ini

Oleh Apris

Sekretaris PWM Sumbar

Scroll ke bawah
Teruskan Membaca

 

KETUA Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Bara Dr. Syur’aini, M.Pd menyebut, Milad Aisyiyah ke-106 tahun ini berdekatan dengan tahun politik, dalam hal ini Pemilu 2024.

“Segenap kader dan pimpinan Aisyiyah di seluruh Sumatera Barat diminta jangan hanya jadi penonton dan bersikap pasif, tetapi harus lebih pro aktif untuk mengambil peran yang lebih nyata dalam pesta demokrasi itu,” katanya di hadapan ribuan pimpinan dan kader Aisyiyah se-Sumbar, saat menyampaikan pidato Milad Aisyiyah ke-106 Tahun 2023.

Ini tentu menjadi ungkapan yang sangat menarik. Apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di Aisyiyah Wilayah Sumbar itu perlu disimak dan didalami. Sebab, bila dilihat dari sisi kuantitas dan kualitas, Aisyiyah sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan perempuan terbesar dan tertua yang tetap eksis di Sumatera Barat itu, perlu diperhitungkan.

Jumlah anggotanya sangat banyak, meskipun secara real belum ada angka yang pasti, tetapi setidaknya dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, terutama di cabang dan ranting di berbagai pelosok nagari dan kelurahan di seantero Sumbar menunjukkan, jumlah anggota Aisyah itu cukup besar.

Baca juga:   Daftar 41 Titik Lokasi Shalat Idul Adha 1444 H Warga Muhammadiyah Tanah Datar, Digelar Rabu 28 Juni 2023

Begitu pula secara kualitas, bobot kader dan pimpinan Aisyiyah itu juga sangat signifikan dan patut diperhitungkan, bila ditilik dari berbagai latar belakangnya. Dari sudut pendidikan, hampir semua pimpinan Aisyiyah, terutama pada level pimpinan wilayah dan daerah berpendidikan akademis S1, S2 dan S3. Begitu pula kepemimpinan di cabang dan ranting, di samping ada yang berpendidikan akademis, juga rata-rata mereka adalah menjadi aktivis penggerak masyarakat di lingkungannya.

Demikian juga dari aspek profesi dan latar belakang pekerjaan, yang menjadi pimpinan Aisyiyah itu, sebagian besar adalah para dosen di berbagai perguruan tinggi, guru, ASN, pegawai swasta, wiraswasta, serta pensiunan dari berbagai instansi. Sebagian lagi ada ibu rumah tangga yang diizinkan serta didorong oleh para suaminya untuk aktif di Aisyiyah, baik sebagai pimpinan maupun sebagai anggota biasa.

Potensi yang begitu besar itu, tentu akan mempunyai makna dan nilai elektoral kalau dikelola dengan maksimal, terukur, dan terencana, terutama bila dihubungkan dengan apa yang menjadi harapan ketua PWA Sumbar di atas.

Baca juga:   Kultum Menyentuh Kiai Jam'an

Para kader Aisyiyah harus proaktif dalam perhelatan pemilu yang akan datang. Peran itu bisa berupa ikut serta menjadi calon legislatif di daerah pemilihan tertentu dengan partai politik tertentu pula. Selain itu, bisa juga berperan sebagai penyelenggara atau relawan yang turut serta mengawasi agar pemilu itu berjalan dengan tertib demokratis, jujur dan adil.

Lebih dari itu semua, rasanya sudah patut dan perlu pula bila Aisyiyah yang merupakan organisasi otonom khusus dalam Muhammadiyah itu mempunyai wakilnya di lembaga legislatif, seperti yang pernah ada di awal era reformasi dulu.

Keberadaan wakil di legislatif itu tentu akan sangat membantu memperjuangkan aspirasi Aisyiyah, sehingga program-programnya bisa lebih maksimal mencapai hasilnya. Besarnya kewenangan yang dimiliki lembaga wakil rakyat itu, akan mempermudah Aisiyah dalam urusan mengembangkan amal usahnya.

Untuk itu, Aisyiyah harus mendorong kader-kadernya yang berbakat, mempunyai kemampuan dan komitmen, serta nyali politik, untuk maju menjadi calon legislatif melalui partai politik yang sejalan dengan perjuangan Aisyiyah, serta bersedia membukakan pintunya untuk kader Aisyiyah masuk. Seiring dengan perjalanan waktu serta proses yang sedang berlangsung, peluang masih terbuka bagi kader-kader Aisyiyah.

Baca juga:   Fiqih Prioritas dalam Bermuhammadiyah

Selain jabatan politis, tentu juga terbuka peluang untuk menduduki jabatan-jabatan publik, seperti di lembaga-lembaga publik yang cukup banyak jumlahnya, yang memerlukan orang-orang yang cakap dan professional serta berintegritas, terutama dari kalangan perempuan yang jumlahnya juga masih terbatas.

Bisa jadi, selama ini upaya transformasi kader Aisyiyah Sumbar untuk masuk dan mengambil peran di ranah publik itu sudah dilakukan, akan tetapi dari pengamatan yang ada, intensitasnya masih terlalu sedikit, dan tidak berkesinambungan, kadang terputus. Sedangkan potensi yang dimiliki Aisyiyah itu cukup besar.

Ke depan kita tentu berharap, kiranya PWA Sumbar, terutama wakil ketua beserta Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) yang membidangi perkaderan dan Lembaga Hikmah, akan lebih memprioritaskan program dan kegiatan ini.

Demikian pula, agar terjadi percepatan, maka dukungan dan perhatian dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, terutama wakil pimpinan serta UPP yang membidangi perkaderan dan Lembaga Hikmahnya selalu memberikan dukungannya, sehingga apa yang menjadi harapan ketua PWA Sumbar di atas, insya Allah akan menjadi kenyataan.***

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *